SURAT UNTUK BINTANG KESAYANGANKU, EVE,

Untaian kata-katamu yang lembut selalu berhasil menenangkan batinku, bahkan saat telepon kita tersambung di tengah riuhnya hari terakhir penutupan pintu BRI Blora hari ini. Sayang, ketahuilah bahwa tempat itu tidak pernah cukup besar untuk menampung pendar benderang seorang lulusan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Hukum setangguh dirimu—sang juara yang tak terhitung memenangi kompetisi hukum dan menjadi pelatih terbaik di almamaternya. Persinggahan sementaramu di persimpangan karier ini mungkin telah usai, namun tak ada satu pun dari helai perjuanganmu yang sia-sia. Setiap ketabahan yang kamu tunjukkan justru semakin menegaskan kenapa aku selalu jatuh cinta berulang kali kepadamu.

Sesekali, mari meresapi kembali lorong waktu yang mengalir begitu indah. Ingatkah kamu saat kita di Semarang? Menatap pendar kembang api Imlek dari jendela kamar, memandang hujan deras yang seolah sengaja berhenti demi menyambut langkah kita, hingga merajut tawa cantik di sekian banyak photobooth. Aku juga selalu tersenyum mengingat jemari mungilmu yang memeluk hangat Puyo, atau saat kita mengecap senja di pantai Rembang Lasem. Saat itu kamu terlihat begitu anggun dengan gaun biru pemberianku dan sandal Crocs putih andalanmu. Dari seribu pilihan yang ditawarkan semesta, kita telah memilih sukma yang sama untuk saling merengkuh.

Jikalau suatu saat badai ragu menyapa batinmu kembali, putarlah daftar lagu cinta yang kerap mengalun menemani hari-hari kita kala terpisah oleh jarak. Apabila rasa sedih melingkupi dadamu, instruksiku hanya satu, sayang: lihatlah bunga-bunga cantik yang kuberikan padamu dan foto-foto kita di scrapbook-mu, sebab di sanalah bersemayam jejak pengagum terbesarmu. Pekerjaan di mana pun bisa berganti dan berakhir, tetapi cinta kita, ruang aman kita, dan masa depan yang sedang kita rajut akan tetap berdiri abadi.

Aku akan selalu memegang erat tanganmu dan mencintai segala pesonamu. Baik itu saat kamu tampil memukau dengan rambut merahmu dan bandana kesayanganmu, maupun saat kamu terlihat begitu menggemaskan ketika menikmati kelezatan Choco Strip Say Bread dan Kopi Pandan Point Coffee yang kini sudah diskontinu itu. Bagiku, mencintaimu beserta segala detail kecilmu adalah sebuah kebenaran universal.

Ah, benar.. kadang kala keheningan malam terasa terlalu sunyi untuk menyembunyikan rasa bangga yang bergelora di dadaku. Aku sering kali tertegun dan takjub menyaksikan betapa anggun dan tegarnya engkau berdiri menghadapi segala pusaran takdir ini. Berakhirnya langkahmu di BRI hari ini justru menjadi pintu yang membuka kesempatan jauh lebih besar bagi impian dan kariermu. Nanti, mari rayakan babak baru yang lebih megah ini dengan memanjakan lidahmu lewat semangkuk hangat Beef Curry Udon kesukaanmu di Marugame Udon.

Semoga lama hidupmu di sini, ya puan kesayanganku,
agar aku bisa terus merayakan kehadiranmu, dan selalu bangga padamu, Eve, sampai akhir—

Happy Girlfriend Day, Babe!!!

—laki-laki tambun
Tambahkan ke scrapbookku (Tgl Anniv)